Iklan

Teori Tektonik Lempeng Dan Kaitannya Dengan Persebaran Gunung Api Dan Gempa Bumi

Teori Tektonik Lempeng Dan Kaitannya Dengan Persebaran Gunung Api Dan Gempa Bumi
Berdasarkan uraian di ates, sanggup kite simpulkan bahwa inti Teori Tektonik Lempeng yaitu bahwa bumi kite yang padat hali ini sebenamya sanggup terdiri ates sekitar selusin lempengan-lempengan tipis dan kaku. Lempengan inilah yang membalut planet kite menyerupai cangkang telur rebus yang pecah-pecah. Lempengan yang disebut litosfer ini berada pada lapisan astenosfer yang selalu bergerak. Lempeng-lempeng tersebut nantinya  juga akan mengalami sebuah perusakan serta pembangunan kembali melalui gerakan mendorong, serta sanggup menggilas, menunjam, juga saling menjauh yang berlangsung secara terus menerus. 

Kecepatan gerak litosfer ini berkisar antara 1-10 cm pertahun. Lempeng litosfer tersebut sanggup dikelompokkan menjadi lempengan benua dan lempengan dasar samudra.  Bagaimana selanjutnya akhir dan imbas dari gerakan-gerakan lempeng-lempeng litosfer tersebut? Sekurang-kurangnya, karakteristik gerakan lempeng litosfer tersebut sanggup kita bedakan menjadi tiga bab sebagai berikut.

  • Gerakan lempeng litosfer yang sating bertabrakan (convergent)  

Jika dua buah lempeng litosfer (lempeng benua dan lempeng samudra) saling bertabrakan, maka lempengan samudra yang mempunyai berat jenis lebih besar akan menunjam ke dasar lempengan benua. Pada bidang batas pertemuan atau tabrakannya akan ditemui jalur palung bahari (oceanic trench) atau proses pelipatan dan sesar (fold and fault process). Di wilayah ini umumnya banyak'’ditemui tanda-tanda vulkanisme serta merupakan wilayah rawan gempa. Misalnya, pertemuan antara lempeng Amerika Selatan dengan lempeng Nazka.

 sanggup kite simpulkan bahwa inti Teori Tektonik Lempeng yaitu bahwa bumi kite yang padat h Teori Tektonik Lempeng dan Kaitannya dengan Persebaran Gunung Api dan Gempa Bumi

  • Gerakan lempeng litosfer yang saling menjauh (divergent)

Jika dua buah lempeng litosfer (dasar samudra dengan dasar samudra) saling menjauh atau merekah, maka akan keluar magma yang kemudian akan membeku dan membentuk kerak bumi (litosfer) yang baru. Wilayah perekahan (zona divergensi) ini ditandai dengan adanya punggung tengah samudra (mid oceanic ridge) dan lava basalt bantal (pilloiu laua). Misalnya, perekahan lempeng samudra yang terdapat di tengah Samudra Atlantik.



⇑Rekahan lempeng samudra di tengah Samudra Atlantik menghasilkan punggung tengah Atlantik.

  • Gerakan lempeng litosfer yang saling bergesekan
Jika dua buah lempeng litosfer tersebut nantinya akan saling bergesekan secara mendatar, maka pada bidang yang juga pada batasnya akan ditemui patahan atau sesar mendatar (transform fault). Misalnya, sesar San Andreas yang memanjang arah barat bahari - tenggara di wilayah utara mulai dari Semenanjung Kaliforhia, Amerika Serikat.
⇑Pergerakan dua lempeng litosfer dalam arah mendatar

Berdasarkan pemaparan diatas disimpulkan bahwa wilayah-wilayah yang beradi di batas lempeng merupakan wilayah yang mempunyai banyak gunung api dan tempat rawan gempa.Perhatikan peta persebaran wilayah gempa dan jalur gunung berapi di dunia! Pada peta terlihat bahwa sebaran titik gempa dan jalur gunung api berada pada pertemuan batas-batas lempeng bumi.
Share This :