Iklan

Klasifikasi Dan Deskripsi Tungau Kuning

Klasifikasi Dan Deskripsi Tungau Kuning

Klasifikasi Tungau Kuning

 sebagai Tarsonemus latus dari tunas terminal mangga di sebuah rumah beling di Washington Klasifikasi dan Deskripsi Tungau Kuning
Tungau Kuning

Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Arachnida
Subkelas : Acari
Ordo : Trombidiformes
Famili : Tarsonemidae
Genus : Polyphagotarsonemus
Spesies : P. latus

Tungau Kuning (Polyphagotarsonemus latus) , pertama kali dijelaskan oleh Banks (1904) sebagai Tarsonemus latus dari tunas terminal mangga di sebuah rumah beling di Washington, DC, AS. Spesies ini mempunyai jangkauan inang yang besar dan tersebar di seluruh dunia.


Distribusi Tungau Kuning

Polyphagotarsonemus latus mempunyai distribusi di seluruh dunia dan dikenal dengan sejumlah nama umum. Di India dan Sri Lanka disebut tungau teh kuning, sementara yang di Bangladesh menyebutnya dengan tungau kuning. Di beberapa negara Eropa itu disebut Broad mite.


Morfologi Tungau Kuning

Dewasa: Tungau betina sekitar 0,2 mm dan oval secara garis besar. Tubuh mereka membengkak dalam profil dan kuning muda menjadi kuning atau hijau warnanya dengan garis median yang tidak jelas, ringan yang garpu di bersahabat bab belakang bodi. Laki-laki mempunyai warna yang sama namun kurang mempunyai garis. Kedua kaki belakang betina cukup umur direduksi menjadi perhiasan cambuk. Laki-laki lebih kecil (0.11mm) dan bergerak lebih cepat daripada betina. Kaki belakang laki-laki yang diperbesar dipakai untuk menjemput nimfa perempuan dan menempatkannya di sudut kanan ke badan laki-laki untuk dikawinkan kemudian.

Telur: Telurnya tidak berwarna, tembus dan berbentuk elips. Panjangnya sekitar 0,08 mm dan ditutupi 29 hingga 37 jambul putih yang tersebar di permukaan atas.

Larva: Tungau muda yang luas hanya mempunyai tiga pasang kaki. Mereka bergerak lambat dan tampak keputihan alasannya ialah punggung bukit di tubuh. Saat mereka tumbuh, ukurannya berkisar dari 0,1 hingga 0,2 mm. Tahap membisu muncul sebagai larva yang tidak bergerak dan bengkak.

Nimfa: Setelah satu hari, larva menjadi nimfa membisu yang terperinci dan menunjuk ke kedua ujungnya. Tahap nimfa berlangsung sekitar satu hari. Nimfa biasanya ditemukan dalam depresi pada buah, meskipun nimfa betina sering dilakukan oleh laki-laki.

Morfologi Teknis
Pada pria, badan pendek dan lonjong. Ini paling luas pada pertengahan. Kaki-kakinya panjang dan kurus. Apodemes (pertumbuhan ingin pada otot yang melekat) berbeda dan didefinisikan dengan baik. Propodosoma mempunyai empat pasang setae dorsal. Kapitulum, termasuk palpi, panjang 32μ dan lebar 34μ. Kaki IV ialah 1,5 kali selama coxa.

Koxa berbentuk segi empat dan panjang menyerupai panjang, 2/3 sepanjang femur III, dan dengan 1 seta kokoh. Papilla genital berukuran 24μ panjang dan lebar 28μ, dan subcircular dengan truncate margin posterior. Pelat anal itu besar dan terdefinisi dengan baik. Apodemium triadiate mempunyai hamparan seluas 2/3 lebar terbesar papilla genital.


Biologi Tungau Kuning

Tungau kuning mempunyai empat tahap dalam siklus hidupnya: telur, larva, nimfa dan orang dewasa. Betina cukup umur bertelur 30 hingga 76 butir telur (rata-rata lima per hari) di bab bawah daun dan dalam depresi buah kecil selama periode delapan hingga 13 hari dan lalu mati.

Laki-laki cukup umur dapat hidup lima hingga sembilan hari. Sementara betina yang tidak berjalin bertelur yang menjadi jantan, perempuan kawin biasanya meletakkan empat telur betina untuk setiap telur jantan.

Telur menetas dalam dua atau tiga hari dan larva tersebut keluar dari telur untuk diberi makan. Larva lambat bergerak dan tidak menyebar jauh. Setelah dua atau tiga hari, larva menjelma tahap larva (nimfa). Jemaat larva perempuan menjadi menarik bagi laki-laki yang menjemput mereka dan membawa mereka ke dedaunan baru.

Laki-laki dan perempuan sangat aktif, namun laki-laki sepertinya memperhitungkan sebagian besar penyebaran populasi tungau yang luas dalam kegilaan mereka untuk membawa larva betina yang membisu ke daun baru. Ketika betina muncul dari tahap yang diam, laki-laki segera kawin dengan mereka. Ada juga laporan wacana tungau yang luas dengan memakai inang serangga, khususnya beberapa lalat putih, untuk berpindah dari tumbuhan ke tumbuhan lainnya.
Share This :