Iklan

Monomer: Pengertian Dan Jenis Monomer

Monomer: Pengertian Dan Jenis Monomer
Monomer (dari bahasa latin; mono yang berarti "satu" dan meros "bagian") yaitu suatu atom atau molekul yang "dapat mengalami polimerisasi sehingga menyumbang unit konstitusional ke struktur penting dari suatu makromolekul ".


Sejumlah besar monomer bergabung menjadi satu membentuk polimer dalam proses yang disebut polimerisasi.

Klasifikasi Monomer

Monomer sanggup diklasifikasikan dalam banyak cara. Mereka sanggup dibagi menjadi dua kelas luas, tergantung pada jenis polimer yang mereka bentuk.

Monomer yang berpartisipasi dalam polimerisasi kondensasi mempunyai stoikiometri yang berbeda dari monomer yang berpartisipasi dalam polimerisasi tambahan:

Klasifikasi lainnya termasuk:
- Monomer alami vs sintetis, contohnya glisin vs kaprolaktam
- Monomer polar vs nonpolar, contohnya vinil asetat vs etilen
- Siklik vs linier, contohnya etilena oksida vs etilena glikol m

Polimerisasi satu jenis monomer menghasilkan homopolimer. Banyak polimer yaitu kopolimer, yang berarti bahwa mereka berasal dari dua monomer yang berbeda.

Dalam kasus polimerisasi kondensasi, rasio komonomer biasanya 1: 1. Misalnya, pembentukan banyak nilon membutuhkan jumlah asam dikarboksilat dan diamina yang sama.

Dalam hal penambahan polimerisasi, kandungan komonomer seringkali hanya beberapa persen. Sebagai contoh, sejumlah kecil monomer 1-oktena dikopolimerisasi dengan etilena untuk menghasilkan polietilen khusus.


Monomer sintetis


  • Gas etilena (H 2 C = CH 2 ) yaitu monomer untuk polietilena.
  • Turunan etilena lainnya yang dimodifikasi meliputi:

 - tetrafluoroetilen (F 2 C = CF 2 ) yang mengarah ke Teflon
 - vinil klorida (H 2 C = CHCl) yang mengarah ke PVC
 - styrene (C 6 H 5 CH = CH 2 ) yang mengarah ke polystyrene

  • Monomer epoksida sanggup bersilangan dengan diri mereka sendiri, atau dengan penambahan ko-reaktan, untuk membentuk epoksi.
  • BPA yaitu prekursor monomer untuk polikarbonat.
  • Asam tereftalat yaitu komonomer yang, dengan etilena glikol, membentuk polyethyleneterephthalate.
  • Dimethylsilicon diklorida yaitu monomer yang, sesudah hidrolisis, menghasilkan polydimethylsiloxane.


Biopolimer

Istilah " protein monomerik" juga sanggup dipakai untuk menggambarkan salah satu protein yang membentuk kompleks multiprotein.


Monomer Alami

Beberapa biopolimer utama tercantum di bawah ini:

Asam amino
Untuk protein, monomer yaitu asam amino. Polimerisasi terjadi di ribosom. Biasanya sekitar 20 jenis monomer asam amino dipakai untuk menghasilkan protein. Karenanya protein bukanlah homopolimer.

Nukleotida
Untuk asam polinukleat (DNA / RNA), monomer yaitu nukleotida, yang masing-masing terbuat dari gula pentosa, basa nitrogen dan gugus fosfat.

Monomer nukleotida ditemukan di nukleus sel. Empat jenis monomer nukleotida yaitu prekursor DNA dan empat monomer nukleotida yang berbeda yaitu prekursor untuk RNA.

Glukosa dan gula terkait
Untuk karbohidrat, monomer yaitu monosakarida. Monomer alami yang paling melimpah yaitu glukosa, yang dihubungkan oleh ikatan glikosidik ke dalam polimer selulosa, pati, dan glikogen.

Isoprena
Isoprena yaitu monomer alami yang berpolimerisasi membentuk karet alam, paling sering cis- 1,4-polyisoprene, tetapi juga trans -1,4-polimer. Karet sintetis sering didasarkan pada butadiena, yang secara struktural terkait dengan isoprena.

Sumber:
> https://en.m.wikipedia.org/wiki/Monomer
Share This :