Iklan

Klasifikasi Dan Morfologi Tungau Lengkap

Klasifikasi Dan Morfologi Tungau Lengkap
Tungau adalah arthropoda kecil milik subkelas Acari (juga dikenal sebagai Acarina) dari kelas Arachnida. Disiplin ilmiah yang dikhususkan untuk mempelajari kutu dan tungau disebut acarologi.

Klasifikasi Ilmiah Tungau

Tungau
Kingdom : Animalia
Pilum : Arthropoda
Subpilum : Chelicerata
Kelas : Arachnida
Subkelas : Acari

Banyak spesies hidup di tanah sebagai dekomposer; Ada juga yang hidup sebagai predator atau parasit, yang terakhir termasuk tungau Varroa komersial lebah madu, dan kudis pada manusia.

Morfologi Tungau

Tungau ialah anggota kecil kelas Arachnida; Sebagian besar berada pada kisaran ukuran 0,25 hingga 0,75 mm, namun beberapa di antaranya lebih besar dan beberapa tidak lebih besar dari 0,1 mm dari tungai dewasa.

Rancangan tubuh tungai menyerupai dengan kutu dalam mempunyai dua tagmata, prosoma atau cephalothorax, dan opisthosoma atau abdomen. Segmentasi hampir seluruhnya hilang dan prosoma dan opisthosoma menyatu, dengan posisi anggota tubuh yang memperlihatkan lokasi penggalan orisinil tubuh.

adalah arthropoda kecil milik subkelas Acari  Klasifikasi dan Morfologi Tungau Lengkap
Tungau Betina
Kebanyakan tungau mempunyai empat pasang kaki, masing-masing dengan enam segmen, yang sanggup dimodifikasi untuk berenang atau keperluan lainnya. Permukaan dorsal tubuh dibalut tergites keras dan permukaan ventral oleh sklerites yang mengeras; Terkadang bentuk ini melintang-lintang.

The gonopore (pembukaan genital) terletak di permukaan ventral antara sepasang kaki keempat.

Beberapa spesies mempunyai rata-rata satu hingga lima mata atau lateral namun banyak spesies yang buta. Tubuh dan tungkai beruang setae (bulu) yang mungkin sederhana, pipih, berbentuk klub atau sensorik.

Tungau biasanya berwarna coklat, tapi beberapa spesies ada yang berwarna merah, oranye, hitam atau hijau, atau kombinasi antara warna-warna ini.

Reproduksi Tungau

Laki-laki mempunyai sepasang testis di wilayah tengah tubuh, masing-masing terhubung ke gonopori oleh vas deferens, dan pada beberapa spesies ada penis chitinous. betina mempunyai indung telur tunggal yang terhubung ke gonopori oleh jalan masuk telur, serta wadah mani untuk daerah penyimpanan sperma.

Keragaman Tungau

Tungau ialah salah satu tipe serangga yang paling bermacam-macam dari semua kelompok invertebrata. Mereka telah mengeksploitasi bermacam-macam habitat, dan alasannya ialah ukurannya yang kecil (kebanyakan ialah binatang mikro), sebagian besar tidak diperhatikan.

Mereka sanggup ditemukan di air tawar maupun asin, di tanah, di hutan, padang rumput, tumbuhan pertanian, tumbuhan hias, mata air panas dan gua. Mereka menghirup sampah organik dari segala jenis dan sangat banyak di serasah daun. Mereka memakan hewan, flora dan jamur.

Beberapa spesies tungau ialah benalu flora dan hewan. Sekitar 48.200 spesies tungau telah diklasifikasikan. Namun, kemungkinan ada satu juta atau lebih spesies yang belum ditemukan.

Ekologi Tungau

Tungau menempati banyak sekali ceruk ekologis. Sebagai contoh, tungau Oribatida merupakan dekomposer penting di banyak habitat. Mereka makan banyak sekali macam materi masakan termasuk flora hidup dan mati serta jamur, lumut dan bangkai; ada yang berperan sebagai predator, meski tidak ada tungau spesies oribatid yang menjadi parasit.

Banyak tungau bersifat benalu pada flora dan hewan. Satu keluarga tungau Pyroglyphidae, atau tungau sarang, yang bertahan hidup di sarang burung dan hewan. Tungau ini sebagian besar bersifat benalu dan mengkonsumsi darah, kulit dan keratin.

Tungau debu, yang banyak memberi makan pada kulit mati dan rambut yang ditumpahkan dari insan alih-alih memakannya dari organisme secara langsung, berevolusi dari nenek moyang benalu ini.

Serangga adakala dipenuhi oleh tungau parasit. Contohnya ialah penghancur Varroa, yang melekat pada tubuh lebah madu, dan Acarapis woodi (famili Tarsonemidae), yang hidup di tracheae lebah madu.

Ratusan spesies dikaitkan mempunyai hubungan dengan lebah lain, Mereka melekat pada tubuh lebah dengan banyak sekali cara. Sebagai contoh, pekerja Trigona corvina telah ditemukan dengan tungau yang melekat di wajah luar tibia belakang mereka.

Beberapa dianggap sebagai parasit, sementara yang lain merupakan simbion yang menguntungkan. Tungau juga melaksanakan parasitisasi beberapa spesies semut, menyerupai Eciton burchellii.

Hama tumbuhan termasuk yang disebut tungau laba-laba (keluarga Tetranychidae), tungau berkaki-benang (keluarga Tarsonemidae), dan tungau kutu (keluarga Eriophyidae). Di antara spesies yang menyerang binatang ialah anggota tungau kudis sarcoptic (keluarga Sarcoptidae), yang berada di bawah kulit. Tungau Demodex (keluarga Demodicidae) ialah benalu yang hidup di dalam atau di akrab folikel rambut mamalia, termasuk juga manusia. Acari ialah tungau, kecuali tiga keluarga kutu.

Spesies tropis Archegozetes longisetosus ialah salah satu binatang terkuat di dunia, mereka sanggup mengangkat hingga 1.182 kali berat tubuhnya sendiri. Tungau juga memegang rekor kecepatan; Untuk panjangnya, Paratarsotomus macropalpis ialah binatang tercepat di Bumi.

Tungau Dan Manusia

Tungau spesies Sarcoptes scabiei hampir tak terlihat, dan terpisah dari yang menjadi perhatian ekonomi manusia, spesies ini jarang dipelajari. Sebagian besar dari mereka memperlihatkan manfaat bagi lingkungan, mereka tinggal di lingkungan tanah atau lembap dan membantu dalam penguraian materi organik yang membusuk, atau memakan jamur, flora dan hewan, sebagai penggalan dari siklus karbon.

Signifikan Medis

Mayoritas spesies tungau tidak berbahaya bagi insan dan binatang peliharaan, namun beberapa spesies sanggup menjajah mamalia secara langsung, bertindak sebagai vektor penularan penyakit, dan menimbulkan atau berkontribusi terhadap penyakit alergenik.

Tungau yang menjajah kulit insan ialah penyebab kulit menjadi ruam, kudis dan gatal-gatal. Sarcoptes scabiei ialah tungau benalu yang bertanggung jawab untuk kudis yang merupakan salah satu dari tiga kelainan kulit yang paling umum pada anak-anak.

Tungau Demodex, yang merupakan penyebab umum kudis pada anjing dan binatang piaraan lainnya, juga telah terlibat dalam penyakit kulit insan rosacea, walaupun prosedur yang menimbulkan demodex berkontribusi terhadap penyakit ini tidak jelas.

Petugas kesehatan masyarakat Stefania Lanzia memakai kudis mainan ringan untuk mempublikasikan kudis, kondisi yang sering terlewatkan terutama di kalangan orang tua.
Chiggers dikenal terutama untuk gigitan gatal mereka, tapi mereka juga sanggup membuatkan penyakit dalam beberapa keadaan terbatas, menyerupai scrub typhus. Kutu tikus rumah ialah satu-satunya vektor penyakit rickettsialpox yang diketahui.

Tungau debu, ditemukan di daerah yang hangat dan lembab menyerupai daerah tidur, Spesies ini sanggup menimbulkan beberapa bentuk penyakit alergi, termasuk demam, asma, dan eksim, dan diketahui memperparah dermatitis atopik.

Di antara binatang piaraan, domba dipengaruhi oleh tungau Psoroptes ovis yang hidup di kulit, menimbulkan hipersensitivitas dan pembengkakan.
Share This :